INKLUSI
Kemitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif, disingkat INKLUSI, berusaha untuk meningkatkan partisipasi kelompok-kelompok yang terpinggirkan dalam pembangunan sosial-budaya, ekonomi, dan politik di Indonesia, serta manfaat yang mereka peroleh dari pembangunan tersebut.
![]()
[rank_math_contact_info]
Tidak Ada Seorang Pun yang Tertinggal
INKLUSI bekerja sama dengan pemerintah dan organisasi masyarakat sipil untuk memajukan upaya mereka dalam mencapai kesetaraan gender, hak-hak penyandang disabilitas, dan inklusi sosial.
INKLUSI mendukung agenda pemerintah Indonesia dalam mencapai masyarakat yang inklusif dengan mendukung rencana pembangunan nasional dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Bersama dengan para mitra, kami berupaya memajukan inisiatif untuk mendukung kesetaraan gender, inklusi penyandang disabilitas, dan kebijakan yang lebih luas terkait inklusi sosial.
INKLUSI merupakan program kemitraan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang berlangsung selama 8 tahun (2021 – 2029) dengan anggaran hingga AUD 120 juta. Program ini bermitra dengan 10 organisasi masyarakat sipil Indonesia dan jaringan mereka yang tersebar di 32 provinsi, 117 kabupaten/kota, dan 617 desa di Indonesia.
Apabila diperlukan, INKLUSI mengkoordinasikan upayanya dengan program-program Australia lainnya, termasuk program Australia Indonesia Partnership – Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA), Australia Indonesia Partnership for Justice 2, dan program Poverty Alleviation and Comprehensive, Inclusive and Adaptive Social Protection (PROAKTIF).

Visi kami adalah untuk memastikan lebih banyak kelompok yang terpinggirkan berpartisipasi dan mendapatkan manfaat dari kemajuan sosial-budaya, ekonomi, dan politik di Indonesia.
Mission 1
More marginalised people have protection from violence and can fully realise their right to basic services.
THROUGH:
Removed barriers to obtaining legal identity so that marginalised people can access the Government’s social protection programs. Improved access to social protection and basic services, including reproductive health and basic education. Protection from all forms of violence against marginalised people, including women and children, through prevention activities, protection and response activities. Elimination of child marriage through improved regulations, guidelines and public education on child marriage law.
Mission 2
More marginalised people can benefit from fair, safe and productive employment and livelihoods, and Indonesia’s economic recovery and resilience.
THROUGH:
Economic recovery and resilience for micro and small enterprises owned by marginalised people. Improving access to fair and safe employment to support the economic recovery of marginalised people.
Mission 3
More marginalised people are actively participating in society and have equal opportunity to contribute to decision-making.
THROUGH:
Community participation by marginalised people, including in government decision-making processes. This can include leadership development, community education, strengthening women coalitions/movements and their networks, promoting the participation of marginalised people in national and subnational planning, budgeting and program implementation.
Kepemimpinan dan Tata Kelola
Tata kelola INKLUSI dilakukan melalui kemitraan antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Australia dan organisasi masyarakat sipil, yang didukung oleh Sekretariat INKLUSI. Semua mitra, termasuk Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia, mempunyai komitmen yang sama menuju terwujudnya kesetaraan gender, hak-hak disabilitas, dan inklusi sosial yang lebih baik.
Mitra INKLUSI
Mitra Pelaksana
Mitra Pelaksana
Menjangkau Masyarakat Terpinggirkan
di Seluruh Indonesia
Provinsi
0
Kota/Kabupaten
0
Desa
0
East Kalimantan
