Semangat Kartini: Norkhalisa, Perempuan Desa yang Menggerakkan Perubahan demi Pencegahan Stunting

Di sebuah desa di Kalimantan Selatan, Norkhalisa membuktikan bahwa perempuan desa dapat memainkan peran penting dalam pembangunan dan pengambilan kebijakan. Berkat pendampingan ‘Aisyiyah melalui Program INKLUSI, ia berani menyuarakan pentingnya layanan kesehatan bagi anak-anak yang mengalami stunting, hingga berhasil mendorong pemerintah desa mengalokasikan anggaran khusus untuk pemeriksaan kesehatan mereka. Sebagai kader Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA), […]
Semangat Kartini: Suhartini, Perempuan Bengkulu yang Mendorong Kesadaran HKSR dan Kemandirian Ekonomi Perempuan di Desanya

Suhartini telah menjadi cahaya bagi perempuan di desanya di Bengkulu. Keberaniannya dalam memperjuangkan hak perempuan berhasil mendorong pemerintah desa untuk mengalokasikan anggaran bagi pendidikan Hak Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR). Tak hanya itu, ia juga menginisiasi pembentukan kelompok belajar dan koperasi simpan pinjam “Harapan Perempuan”, yang membuka peluang bagi perempuan desa untuk mandiri secara ekonomi. […]
Menganyam Harapan: Perjuangan Lia Melestarikan Tradisi dan Membangun Ekonomi Lokal

Di tengah perubahan zaman yang semakin pesat, Lia membuktikan bahwa tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan dalam membangun ekonomi lokal. Melalui usaha anyaman rotan, ia tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarganya, tetapi juga berkontribusi dalam pelestarian lingkungan dengan menjaga keberlanjutan kerajinan rotan. Dengan dukungan dari Program INKLUSI melalui pendidikan kewirausahaan Akademi Paradigta, usahanya kini semakin berkembang […]
Adelfina: Perempuan Penggerak Inklusi Sosial di Desanya

Adelfina, atau akrab disapa Adel, adalah sosok yang aktif memperjuangkan hak penyandang disabilitas dan mendorong pembangunan inklusif di desanya di Nusa Tenggara Timur. Sebagai Paralegal Difabel dan Sekretaris kelompok difabel “Mim Nau Kai” yang berarti “Ingat Kami”, ia memastikan suara penyandang disabilitas didengar dalam berbagai kebijakan desa. Dukungan dari Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel […]
Juliana: Perempuan Adat Suku Anak Dalam yang Meraih Pendidikan Tinggi

Juliana adalah perempuan adat pertama dari komunitas Suku Anak Dalam (SAD) yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi. Pada Desember 2024, ia resmi diwisuda dengan gelar Sarjana Kehutanan dari Fakultas Sains dan Teknologi, di salah satu universitas swasta di Jambi, dengan IPK 3.52. Pencapaiannya bukan hanya kebanggaan bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga menunjukkan bahwa perempuan adat […]
Lidia: Menepis Stigma, Merajut Harapan

Lidia adalah seorang perempuan dengan disabilitas psikososial dari salah satu desa di Nusa Tenggara Timur. Setelah mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan, ia kini bekerja di sebuah salon kecantikan di Kota Tambolaka. Pekerjaan ini tidak hanya memberinya penghasilan dan harapan baru, tetapi juga membantu menghapus stigma bahwa penyandang disabilitas psikososial dapat berdaya dan berkontribusi dalam masyarakat. […]
